Translate

Rabu, 18 Juli 2012

Kepribadian

Keluarga Sebagai Tolak Ukur Kepribadian Anak


Sebelumnya, pernahkah anda melihat seorang anak yang memiliki sopan santun tinggi, selalu menghormati orang yang lebih tua, dan bisa menempatkan diri dimanapun ia berada? Atau, pernahkah anda menemui seorang anak laki-laki muda yang tingkah laku dan perkataannya kasar dan tidak memiliki sopan santun?
Pernahkah anda berfikir darimana mereka mendapatkan sikap dan kebiasaan seperti yang telah saya sebutkan?
Seperti yang telah kita ketahui, lingkungan memiliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian seorang manusia. Lingkungan keluarga adalah elemen terkecil masyarakat yang mempunyai pengaruh besar dalam masalah akidah, budaya, norma, emosional, dan sebagainya. Keluarga menyiapkan sarana pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak sejak dini. 

Dengan kata lain, kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan perlakuan kedua orang tua dan lingkungannya. Faktor genetik dan lingkungan tidak bisa berdiri sendiri, akan tetapi masing-masing saling memiliki andil dalam pembentukan kepribadian seseorang.
Bagaimana maksudnya? Seorang anak, jelas, terlahir dari seorang ibu. Dalam ilmu biologi, pewarisan gen telah kita pelajari. Sifat ibu dan ayah kemungkinan besar akan bercampur menjadi satu dan beberapa diantaranya akan melekat pada sang anak.
Selanjutnya, mas-masa balita adalah fase tercepat dalam perkembangan anak. Padahal, pada fase ini, anak belum mengenal individu lain selain lingkungan rumahnya, yakni keluarga. 

Keluarga yang baik dan harmonis akan mengajarkan hal baik pada sang anak, meskipun pada hal kecil seperti makan menggunakan tangan kanan, berkata dengan sopan, dan tidak berlari-lari di dalam rumah. Hal yang cukup sederhana, bukan? 
Namun, justru hal semacam inilah yang akan melekat di dalam diri sang anak hingga ia dewasa nanti. Lain halnya apabila sang anak tumbuh diantara keluarga yang kurang memperhatikan perkembangannya. Saat ia tumbuh dewasa, ia cenderung untuk bertindak sesukanya.
Dalam ilmu sosiologi, terdapat beberapa fungsi keluarga yang sangat berpengaruh dalam perkembangan anak yang saya singkat APPARET, yakni:
1. Afektif
2. Protektif
3. Pendidikan
4. Agama
5. Rekreatif
6. Ekonomi
7. Turunan
Fungsi afektif adalah fungsi yang menjelaskan keluarga sebagai salah satu tempat untuk mencurahkan kasih sayang dan kepedulian. Fungsi protektif adalah fungsi dimana keluarga merupakan tempat untuk mencari keamanan dan perlindungan dari ancaman lingkungan luar. Fungsi pendidikan menjelaskan keluarga sebagai tempat pertama dalam mendidik seorang anak sebelum sang anak mendapat pengaruh negatif dari luar.
Keempat fungsi yang lain pun menerangkan hal yang sama bahw keluarga adalah aspek utama dalam pembelajaran agama, rekreasi serta sebagai sarana kemandirian ekonomi saat anak tumbuh dewasa.
Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa kepribadian anak sangat tergantung kepada bagaimana keluarganya memperlakukan dan menganggap mereka. Mulai saat ini, cobalah amati lingkungan kita dan temukanlah karakteristik masing-masing individu yang kita temui. Ada sebuah puisi indah karya Dorothy Law Nolte tentang kepribadian anak yng berjudul “Children learn what they live” atau Anak Belajar dari lingkungannya. Isinya diantaranya adalah:
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia akan belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia akan belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan belajar percaya dari
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan cinta, ia akan belajar menemukan persahabatan dalm hidupnya.


Jadi, sudahkah anda mengerti bagaimana nantinya harus mengajarkan sesuatu kepada anak?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar