9 Kondisi Umum pada Bayi yang Baru Lahir
Alangkah gembiranya memiliki bayi di rumah Anda. Semua anggota
keluarga menyambutnya penuh suka cita. Namun, salah satu kondisi berikut pada
bayi Anda mungkin membuat Anda cemas. Jangan khawatir, ternyata sebagian besar
kondisi berikut bukanlah masalah serius yang perlu dicemaskan.
1. Bayi Anda memiliki benjolan di kepala
Benjolan tersebut biasanya adalah
kantong darah yang terbentuk di bawah kulit kepala (caput succedaneum).
Seringkali, penyebabnya adalah tekanan forcep atau ekstraksi vakum, yang
digunakan dokter ketika bayi Anda tidak bisa keluar sendiri. Benjolan juga
dapat disebabkan oleh gesekan kepala bayi dengan tulang panggul ibu selama
proses kelahirannya. Pada kasus yang lebih jarang, benjolan terbentuk sebagai hasil
dari darah yang berkumpul di antara periosteum (selubung tulang) dan tulang
tengkorak, yang disebut cephalohematoma.
Kondisi ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh-pembuluh darah kecil
selama kelahiran. Dalam kedua kasus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Benjolan akan mengecil dalam beberapa hari, kemudian menghilang sepenuhnya
dalam beberapa minggu.
2. Kepala bayi Anda tidak bulat
Ini adalah kondisi umum lainnya yang disebabkan oleh posisi bayi dalam
rahim selama kehamilan atau selama proses kelahiran. Selama kelahiran, kepala
bayi melalui terowongan sempit pada tulang panggul sehingga bentuknya berubah.
Kepala bayi Anda akan kembali berbentuk normal dalam waktu sekitar enam minggu
setelah kelahiran. Kadang-kadang kepala bayi tidak kembali ke bentuk normal dan
kepala di bagian belakang atau samping kepala mungkin berbentuk rata. Kondisi
ini dikenal sebagai plagiocephaly. Kepala bayi berbentuk asimetris atau tidak
rata. Plagiocephaly tidak memengaruhi perkembangan otak bayi, tetapi jika tidak
dikoreksi dapat mengubah penampilan fisiknya dengan menyebabkan pertumbuhan
wajah dan kepala yang tidak merata (jawa: kepala tetap “peyang” atau “penjol”).
Jika Anda memiliki masalah dengan bentuk kepala bayi Anda atau bayi
Anda hanya dapat mengambil satu sisi saat berbaring di punggungnya, Anda perlu
berbicara dengan dokter atau bidan Anda.
3. Kepala bayi Anda memar seperti petinju
Jika bayi Anda dilahirkan oleh dokter kandungan dengan bantuan forcep
(semacam sendok tang berbentuk tumpul), bayi Anda mungkin memiliki kepala yang
agak “bergelombang” dan memiliki memar merah muda atau biru di pelipis atau
telinga. Gelombang dan memar kecil ini biasanya akan menghilang dalam beberapa
hari.
4. Kulit bayi Anda menguning
Kondisi yang disebut ikterus neonatal (neonatal jaundice) ini dimulai
dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Pada umumnya hal ini adalah fenomena
fisiologis yang normal dan tidak menimbulkan masalah.
Selama hidup di dalam rahim, sel-sel darah merah janin mengandung
jenis hemoglobin yang berbeda dari hemoglobin yang hadir setelah kelahiran.
Ketika bayi lahir, tubuh bayi mulai menghancurkan sel-sel darah merahnya yang
mengandung hemoglobin jenis janin dan menggantikan mereka dengan sel darah
merah yang mengandung hemoglobin jenis dewasa. Liver bayi menjadi dipenuhi
bilirubin yang berasal dari hemoglobin janin dari sel-sel darah merah yang
dihancurkan. Karena liver pada bayi baru lahir belum matang, dan kemampuannya
untuk memproses dan menghilangkan bilirubin terbatas, bilirubin terakumulasi
dalam darah. Gejala ikterus atau bayi kuning pun muncul.
Dalam dua atau tiga minggu, penghancuran sel darah merah berakhir,
liver menjadi matang, dan tingkat bilirubin kembali normal.
5. Bayi Anda sangat berbulu
Rambut-rambut sangat halus menutupi hampir seluruh badan bayi di dalam
rahim. Rambut yang disebut lanugo tersebut normalnya menghilang sebelum
kelahiran, tetapi tidak selalu demikian, terutama pada bayi prematur. Kondisi
ini hanyalah sementara. Pada saatnya rambut-rambut itu akan memudar secara
spontan dalam tiga atau empat minggu.
6. Mata bayi Anda tidak fokus
Adalah normal bagi bayi yang baru lahir untuk memiliki fokus mata yang
kadang-kadang bersilangan atau melantur, terutama ketika mereka lelah. Kita
tidak dapat menyebut seorang bayi memiliki strabismus konvergen (fokus mata
bersilangan di hidung) sebelum usia 3 atau 4 bulan. Ketidakmatangan otot dapat
menyebabkan bola mata bayi tidak terpancang tepat di tengah mata.
Dalam kebanyakan kasus, mata bayi akan berfokus normal selama tiga
bulan pertama. Bila bayi Anda memiliki strabismus divergen (fokus mata
menyimpang keluar)– yang sangat jarang terjadi– atau anak Anda berusia lebih
dari 3 bulan namun matanya selalu atau kadang-kadang bersilangan, Anda perlu
berkonsultasi dengan dokter.
7. Bayi Anda memiliki bintik-bintik di kulit
Kondisi yang disebut infantile hemangioma ini ditandai dengan noktah
atau bintik-bintik merah pada pembuluh darah halus. Warna mereka dapat berkisar
dari merah muda sampai merah gelap. Sekitar 10% bayi yang baru lahir
mengembangkan kondisi ini. Mereka dapat muncul di manapun pada tubuh, tetapi
paling banyak di wajah, kepala atau leher. Bintik-bintik tersebut mungkin sudah
hadir pada saat lahir, tetapi menjadi lebih jelas dalam minggu-minggu pertama
kehidupan.
Jangan panik, kebanyakan hemangioma akan menyusut dan menghilang
sebelum usia 3 tahun tanpa perlu pengobatan. Semua hemangioma mengikuti siklus
yang sama yaitu terbentuk sebelum atau sesudah lahir, tumbuh dan regresi atau
menghilang sama sekali. Beberapa anak juga dilahirkan dengan spot biru di atas
pantat. Spot ini juga akan memudar dari waktu ke waktu.
8. Bayi Anda berjerawat
Bayi ternyata juga dapat berjerawat. Bayi laki-laki lebih sering
terkena daripada bayi perempuan. Beberapa ahli menduga bahwa beberapa bayi
memiliki kulit berminyak karena hormon pria (androgen) tertentu yang ditularkan
oleh ibunya. Oleh karena itu, seperti halnya pada remaja, mereka dapat memiliki
jerawat. Para ahli lain berpikir bahwa bayi yang baru lahir mengembangkan
jerawat karena stimulasi kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak pada
kulit) oleh hormon ibu yang tersisa setelah melahirkan. Saat ini, pendapat yang
lebih kuat mengatakan bahwa jerawat bayi mungkin terjadi karena reaksi
inflamasi terhadap ragi (Malassezia) di kulit. Fluktuasi hormon juga mungkin
berperan. Namun, tidak ada yang tahu persis penyebabnya.
Jenis jerawat yang paling umum pada bayi adalah papel dan pustel.
Papel adalah benjolan kecil, padat, bulat berwarna merah yang menonjol di
kulit. Pustel adalah benjolan kecil di kulit yang memiliki koleksi nanah.
Jangan memencetnya. Dalam tiga atau empat minggu, jerawat-jerawat tersebut akan
menghilang.
9. Bayi Anda terlahir memiliki gigi
Beberapa bayi dilahirkan dengan satu atau lebih gigi. Napoleon
Bonaparte konon terlahir memiliki beberapa gigi yang disebut gigi natal (natal
teeth) ini. Gigi natal berbeda dengan
gigi neonatal, yang tumbuh dalam 30 hari pertama setelah lahir. Gigi natal juga
bukan titik-titik putih kecil yang banyak disangka orangtua sebagai gigi tetapi
sebenarnya adalah kista gingiva (kantung cairan di gusi) yang akan menghilang
secara spontan.
Gigi natal umumnya berkembang pada gusi yang lebih rendah dan tidak
terbentuk dengan baik. Gigi ini mungkin tidak nyaman untuk ibu menyusui dan
dapat melukai lidah bayi. Pada beberapa kasus, gigi natal akan tanggal sendiri
segera setelah bayi lahir, terutama jika gigi tersebut longgar.
Pada umumnya gigi natal bukanlah masalah medis. Sebenarnya memang
sejak sebelum lahir, gigi-gigi bayi sudah terbentuk dan hadir dalam gusi. Pada
kasus yang sangat jarang, kondisi itu berhubungan dengan sindrom penyakit
tertentu.
Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar